Showing posts with label HARAPAN. Show all posts
Showing posts with label HARAPAN. Show all posts

Saturday, December 25, 2010

Jangan Mengharap "Terima Kasih" dari Seseorang

Jangan Mengharap "Terima Kasih" dari Seseorang

Allah menciptakan para setiap hamba agar selalu mengingat-Nya, dan
Dia menganugerahkan rezeki kepada setiap makhluk ciptaan-Nya agar
mereka bersyukur kepada-Nya. Namun, mereka justru banyak yang
menyembah dan bersyukur kepada selain Dia.
Tabiat untuk mengingkari, membangkang, dan meremehkan suatu
kenikmatan adalah penyakit yang umum menimpa jiwa manusia. Karena
itu, Anda tak perlu heran dan resah bila mendapatkan mereka mengingkari
kebaikan yang pernah Anda berikan, mencampakkan budi baik yang telah
Anda tunjukkan. Lupakan saja bakti yang telah Anda persembahkan.
Bahkan, tak usah resah bila mereka sampai memusuhi Anda dengan sangat
keji dan membenci Anda sampai mendarah daging, sebab semua itu mereka
lakukan adalah justru karena Anda telah berbuat baik kepada mereka.

{Dan, mereka tidak mencela (Allah dan Rasul-Nya) kecuali karena Allah dan
Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka.}
(QS. At-Taubah: 74)

Coba Anda buka kembali catatan dunia tentang perjalanan hidup ini!
Dalam salah satu babnya diceritakan: syahdan, seorang ayah telah memelihara
anaknya dengan baik. la memberinya makan, pakaian dan minum,
mendidikanya hingga menjadi orang pandai, rela tidak tidur demi anaknya,
rela untuk tidak makan asal anaknya kenyang, dan bahkan, mau bersusah
payah agar anaknya bahagia. Namun apa lacur, ketika sudah berkumis lebat
dan kuat tulang-tulangnya, anak itu bagaikan anjing galak yang selalu
menggonggong kepada orang tuanya. la tak hanya berani menghina, tetapi
juga melecehkan, acuh tak acuh, congkak, dan durhaka terhadap orang
tuanya. Dan semua itu, ia tunjukkan dengan perkataan dan juga tindakan.
Karena itu, siapa saja yang kebaikannya diabaikan dan dilecehkan
oleh orang-orang yang menyalahi fitrahnya, sudah seyogyanya menghadapi
semua itu dengan kepala dingin. Dan, ketenangan seperti itu akan
mendatangkan balasan pahala dari Dzat Yang perbendaharaan-Nya tidak
pernah habis dan sirna.
Ajakan ini bukan untuk menyuruh Anda meninggalkan kebaikan yang
telah Anda lakukan selama ini, atau agar Anda sama sekali tidak berbuat
baik kepada orang lain. Ajakan ini hanya ingin agar Anda tak goyah dan
terpengaruh sedikitpun oleh kekejian dan pengingkaran mereka atas semua
kebaikan yang telah Anda perbuat. Dan janganlah Anda pernah bersedih
dengan apa saja yang mereka perbuat.
Berbuatlah kebaikan hanya demi Allah semata, maka Anda akan
menguasai keadaan, tak akan pernah terusik oleh kebencian mereka, dan
tidak pernah merasa terancam oleh perlakuan keji mereka. Anda harus
bersyukur kepada Allah karena dapat berbuat baik ketika orang-orang di
sekitar Anda berbuat jahat. Dan, ketahuilah bahwa tangan di atas itu lebih
baik dari tangan yang di bawah.


{Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk
mengharapkan keridhaan Allah. Kami tidak mengharapkan balasan dari kamu
dan tidak pula (ucapan) terima kasih.}
(QS. Al-Insan: 9)
Masih banyak orang berakal yang sering hilang kendali dan menjadi
kacau pikiranya saat menghadapi kritikan atau cercaan pedas dari orangorang
sekitarnya. Terkesan, mereka seolah-olah belum pernah mendengar
wahyu Ilahi yang menjelaskan dengan gamblang tentang perilaku golongan
manusia yang selalu mengingkari Allah. Dalam wahyu itu dikatakan:



{Tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui
(jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk
(menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang
melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.}
(QS. Yunus: 12)

Anda tak perlu terkejut manakala menghadiahkan sebatang pena
kepada orang bebal, lalu ia memakai pena itu untuk menulis cemoohan
kepada Anda. Dan Anda tak usab kaget, bila orang yang Anda beri tongkat
untuk menggiring domba gembalaannya justru memukulkan tongkat itu ke
kepala Anda. Itu semua adalah watak dasar manusia yang selalu mengingkari
dan tak pernah bersyukur kepada Penciptanya sendiri Yang Maha Agung
nan Mulia. Begitulah, kepada Tuhannya saja mereka berani membangkang
dan mengingkari, maka apalagi kepada saya dan Anda.

Tuesday, December 21, 2010

Cara Mudah Menghadapi Kritikan Pedas

Cara Mudah Menghadapi Kritikan Pedas


Sang Pencipta dan Pemberi rezeki Yang Maha Mulia, acapkali
mendapat cacian dan cercaan dari orang-orang pandir yang tak berakal.
Maka, apalagi saya, Anda dan kita sebagai manusia yang selalu terpeleset
dan salah. Dalam hidup ini, terutama jika Anda seseorang yang selalu
memberi, memperbaiki, mempengaruhi dan berusaha membangun, maka
Anda akan selalu menjumpai kritikan-kritikan yang pedas dan pahit.
Mungkin pula, sesekali Anda akan mendapat cemoohan dan hinaan dari
orang lain.
Dan mereka, tidak akan pernah diam mengkritik Anda sebelum
Anda masuk ke dalam liang bumi, menaiki tangga ke langit, dan berpisah
dengan mereka. Adapun bila Anda masih berada di tengah-tengah mereka,
maka akan selalu ada perbuatan mereka yang membuat Anda bersedih
dan meneteskan air mata, atau membuat tempat tidur Anda selalu terasa
gerah.
Perlu diingat, orang yang duduk di atas tanah tak akan pernah jatuh,
dan manusia tidak akan pernah menendang anjing yang sudah mati. Adapun
mereka, marah dan kesal kepada Anda adalah karena mungkin Anda
mengungguli mereka dalam hal kebaikan, keilmuan, tindak tanduk, atau
harta. Jelasnya, Anda di mata mereka adalah orang berdosa yang tak
terampuni sampai Anda melepaskan semua karunia dan nikmat Allah yang
pada diri Anda, atau sampai Anda meninggalkan semua sifat terpuji dan
nilai-nilai luhur yang selama ini Anda pegang teguh. Dan menjadi orang
yang bodoh, pandir dan tolol adalah yang mereka inginkan dari diri Anda.
Oleh sebab itu, waspadalah terhadap apa yang mereka katakan.
Kuatkan jiwa untuk mendengar kritikan, cemoohan dan hinaan mereka.
Bersikaplah laksana batu cadas; tetap kokoh berdiri meski diterpa butiranbutiran
salju yang menderanya setiap saat, dan ia justru semakin kokoh
karenanya. Artinya, jika Anda merasa terusik dan terpengaruh oleh kritikan
atau cemoohan mereka, berarti Anda telah meluluskan keinginan mereka
untuk mengotori dan mencemarkan kehidupan Anda. Padahal, yang terbaik
adalah menjawab atau merespon kritikan mereka dengan menunjukkan
akhlak yang baik. Acuhkan saja mereka, dan jangan pernah merasa tertekan
oleh setiap upadaya mereka untuk menjatuhkan Anda. Sebab, kritikan
mereka yang menyakitkan itu pada hakekatnya merupakan ungkapan
penghormatan untuk Anda. Yakni, semakin tinggi derajat dan posisi yang
Anda duduki, maka akan semakin pedas pula kritikan itu.

Betapapun, Anda akan kesulitan membungkam mulut mereka dan
menahan gerakan lidah mereka. Yang Anda mampu adalah hanya mengubur
dalam-dalam setiap kritikan mereka, mengabaikan solah polah mereka pada
Anda, dan cukup mengomentari setiap perkataan mereka sebagaimana yang
diperintahkan Allah,

هَـٰٓأَنتُمۡ أُوْلَآءِ تُحِبُّونَہُمۡ وَلَا يُحِبُّونَكُمۡ وَتُؤۡمِنُونَ بِٱلۡكِتَـٰبِ كُلِّهِۦ وَإِذَا لَقُوكُمۡ قَالُوٓاْ ءَامَنَّا وَإِذَا خَلَوۡاْ عَضُّواْ عَلَيۡكُمُ ٱلۡأَنَامِلَ مِنَ ٱلۡغَيۡظِ‌ۚ قُلۡ مُوتُواْ بِغَيۡظِكُمۡ‌ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمُۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ (١١٩)


{Katakanlah (kepada mereka): "Matilah kamu karena kemarahanmu itu."}

Awaslah! kamu ini adalah orang-orang (yang melanggar larangan), kamu sahajalah Yang suka (dan percayakan mereka, sedang mereka tidak suka kepada kamu. kamu juga beriman kepada Segala Kitab Allah (sedang mereka tidak beriman kepada Al-Quran). dan apabila mereka bertemu Dengan kamu mereka berkata: "Kami beriman", tetapi apabila mereka berkumpul sesama sendiri, mereka menggigit hujung jari kerana geram marah (kepada kamu), Katakanlah (Wahai Muhammad): "Matilah kamu Dengan kemarahan kamu itu". Sesungguhnya Allah sentiasa mengetahui akan Segala (isi hati) Yang ada di Dalam dada.


(QS. Ali 'Imran: 119)
Bahkan, Anda juga dapat 'menyumpal' mulut mereka dengan
'potongan-potongan daging' agar diam seribu bahasa dengan cara
memperbanyak keutamaan, memperbaiki akhlak, dan meluruskan setiap
kesalahan Anda. Dan bila Anda ingin diterima oleh semua pihak, dicintai
semua orang, dan terhindar dari cela, berarti Anda telah menginginkan
sesuatu yang mustahii terjadi dan mengangankan sesuatu yang terlalu jauh
untuk diwujudkan.

Saturday, December 18, 2010

Qadha' dan Qadar


سُوۡرَةُ الحَدید

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الأرْضِ وَلا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ




22. tidak ada sesuatu kesusahan (atau bala bencana) Yang ditimpakan di bumi, dan tidak juga Yang menimpa diri kamu, melainkan telah sedia ada di Dalam Kitab (pengetahuan kami) sebelum Kami menjadikannya; Sesungguhnya mengadakan Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

(QS. Al-Hadid: 22)

Tinta pena telah mengering, lembaran-lembaran catatan ketentuan

telah disimpan, setiap perkara telah diputuskan dan takdir telah ditetapkan.

Maka,

قُل لَّن يُصِيبَنَآ إِلَّا مَا ڪَتَبَ ٱللَّهُ لَنَا هُوَ مَوۡلَٮٰنَا‌ۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَڪَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ (٥١)


51. Katakanlah (Wahai Muhammad): "Tidak sekali-kali akan menimpa Kami sesuatu pun melainkan apa Yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dia lah Pelindung Yang menyelamatkan kami, dan (dengan kepercayaan itu) maka kepada Allah jualah hendaknya orang-orang Yang beriman bertawakal".

(QS. At-Taubah: 51)

Apa yang membuat Anda benar, maka tak akan membuat Anda salah.

Sebaliknya, apa yang membuat Anda salah, maka tidak akan membuat Anda

benar.

Jika keyakinan tersebut tertanam kuat pada jiwa Anda dan kukuh

bersemayam dalam hati Anda, maka setiap bencana akan menjadi karunia,

setiap ujian menjadi anugerah, dan setiap peristiwa menjadi penghargaan

dan pahala.

"Barangsiapa yang oleh Allah dikehendaki menjadi baik maka ia akan diuji

oleh-Nya." (Al Hadits)

Karena itu, jangan pernah merasa gundah dan bersedih dikarenakan

suatu penyakit, kematian yang semakin dekat, kerugian harta, atau rumah

terbakar. Betapapun, sesungguhnya Sang Maha Pencipta telah menentukan

segala sesuatunya dan takdir telah bicara. Usaha dan upaya dapat

sedemikian rupa, tetapi hak untuk menentukan tetap mutlak milik Allah.

Pahala telah tercapai, dan dosa sudah terhapus. Maka, berbahagialah

orang-orang yang tertimpa musibah atas kesabaran dan kerelaan mereka

terhadap Yang Maha Mengambil, Maha Pemberi, Maha Mengekang lagi

Maha Lapang.

لَا يُسۡـَٔلُ عَمَّا يَفۡعَلُ وَهُمۡ يُسۡـَٔلُونَ (٢٣)

23. ia tidak boleh ditanya tentang apa Yang ia lakukan, sedang merekalah Yang akan ditanya kelak.

(QS. Al-Anbiya: 23)

Syaraf-syaraf Anda akan tetap tegang, kegundahan jiwa Anda tak akan

reda, dan kecemasan di dada Anda tak akan pernah sirna, sebelum Anda

benar-benar beriman terhadap qadha' dan qadar.

Tinta pena telah mengering bersamaan dengan semua hal yang akan

Anda temui. Maka, jangan biarkan diri Anda larut kesedihan. Jangan mengira

diri Anda sanggup melakukan segala upaya untuk menahan tembok yang

akan runtuh, membendung air yang akan meluap, menahan angin agar tak

bertiup, atau memelihara kaca agar tak pecah. Adalah tak benar bila semua

itu dapat terjadi dengan paksaanku dan paksaanmu, karena apa yang telah

digariskan akan terjadi. Setiap ketentuan akan berjalan dan semua keputusan

akan terlaksana. Demikianlah "orang bebas memilih; boleh percaya dan tidak"

Anda harus menyerahkan semua hal kepada takdir agar tak ditindas

oleh bala tentara kebencian, penyesalan dan kebinasaan. Dan, percayalah

dengan kebenaran qadha' sebelum Anda dilanda banjir penyesalan! Dengan

begitu, jiwa Anda akan tetap tenang menjalani segala daya upaya dan cara

yang memang harus ditempuh. Dan bila kemudian terjadi hal-hal yang tidak

Anda inginkan, maka itu pun merupakan bagian dari ketentuan yang memang

harus terjadi. Jangan pula pernah berandai, "Seandainya saja aku melakukan

seperti ini, niscaya akan begini dan begini jadinya." Tapi katakanlah, "Allah telah

menakdirkan, dan apa yang Dia kehendaki akan Dia lakukan." (Al-Hadits)

Sunday, December 12, 2010

Biarkan Masa Depan Datang Sendiri

Biarkan Masa Depan Datang Sendiri

سُوۡرَةُ النّحل
بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

أَتَىٰٓ أَمۡرُ ٱللَّهِ فَلَا تَسۡتَعۡجِلُوهُ‌ۚ سُبۡحَـٰنَهُ ۥ وَتَعَـٰلَىٰ عَمَّا يُشۡرِكُونَ (١)

1. telah hampir datangnya janji Yang telah ditetapkan oleh Allah, maka janganlah kamu minta disegerakan. Maha suci Allah dan Maha Tinggilah ia dari perbuatan syirik Yang mereka lakukan.

(QS. An-Nahl: 1)

Jangan pernah mendahului sesuatu yang belum terjadi! Apakah Anda

mau mengeluarkan kandungan sebelum waktunya dlkAhirkan, atau memetik

buah-buahan sebelum masak? Hari esok adalah sesuatu yang belum nyata

dan dapat diraba, belum berwujud, dan tidak memiliki rasa dan warna.

Jika demikian, mengapa kita harus menyibukkan diri dengan hari esok,

mencemaskan kesialan-kesialan yang mungkin akan terjadi padanya,

memikirkan kejadian-kejadian yang akan menimpanya, dan meramalkan

bencana-bencana yang bakal ada di dalamnya? Bukankah kita juga tidak

tahu apakah kita akan bertemu dengannya atau tidak, dan apakah hari

esok kita itu akan berwujud kesenangan atau kesedihan?

Yang jelas, hari esok masih ada dalam alam gaib dan belum turun ke

bumi. Maka, tidak sepantasnya kita menyeberangi sebuah jembatan sebelum

sampai di atasnya. Sebab, siapa yang tahu bahwa kita akan sampai atau

tidak pada jembatan itu. Bisa jadi kita akan terhenti jalan kita sebelum

sampai ke jembatan itu, atau mungkin pula jembatan itu hanyut terbawa

arus terlebih dahulu sebelum kita sampai di atasnya. Dan bisa jadi pula,

kita akan sampai pada jembatan itu dan kemudian menyeberanginya.

Dalam syariat, memberi kesempatan kepada pikiran untuk memikirkan

masa depan dan membuka-buka alam ghaib, dan kemudian terhanyut dalam

kecemasan-kecemasan yang baru di duga darinya, adalah sesuatu yang tidak

dibenarkan. Pasalnya, hal itu termasuk thulul amal (angan-angan yang terlalu

jauh). Secara malar, tindakan itu pun tak masuk akal, kerana sama halnya

dengan berusaha perang melawan bayang-bayang. Namun ironis, kebanyakan

manusia di dunia ini justeru banyak yang termakan oleh ramalan-ramalan

tentang kelaparan, kemiskinan, wabab penyakit dan kejatuha ekonomi yang

khabarnya akan menimpa mereka. Padahal, semua itu hanyalah bahagian dari

kurikulum yang diajarkan di "sekolah-sekolah syaitan".

سُوۡرَةُ البَقَرَة

أَيَوَدُّ أَحَدُڪُمۡ أَن تَكُونَ لَهُ ۥ جَنَّةٌ۬ مِّن نَّخِيلٍ۬ وَأَعۡنَابٍ۬ تَجۡرِى مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَـٰرُ لَهُ ۥ فِيهَا مِن ڪُلِّ ٱلثَّمَرَٲتِ وَأَصَابَهُ ٱلۡكِبَرُ وَلَهُ ۥ ذُرِّيَّةٌ۬ ضُعَفَآءُ فَأَصَابَهَآ إِعۡصَارٌ۬ فِيهِ نَارٌ۬ فَٱحۡتَرَقَتۡ‌ۗ كَذَٲلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَڪُمُ ٱلۡأَيَـٰتِ لَعَلَّكُمۡ تَتَفَكَّرُونَ (٢٦٦)

268. Syaitan itu menjanjikan (menakut-nakutkan) kamu Dengan kemiskinan dan kepapaan (jika kamu bersedekah atau menderma), dan ia menyuruh kamu melakukan perbuatan Yang keji (bersifat bakhil kedekut); sedang Allah menjanjikan kamu (dengan) keampunan daripadanya serta kelebihan kurniaNya. dan (ingatlah), Allah Maha Luas limpah rahmatNya, lagi sentiasa meliputi pengetahuanNya.

(QS. Al-Baqarah: 268)

Mereka yang menangis sedih menatap masa depan adalah yang

menyangka diri mereka akan hidup kelaparan, menderita sakit selama

setahun, dan memperkirakan umur dunia ini tinggal seratus tahun lagi.

Padahal, orang yang sadar bahwa usia hidupnya berada di 'genggaman yang

lain' tentu tidak akan menggadaikannya untuk sesuatu yang tidak ada.

Dan orang yang tidak tahu kapan akan mati, tentu salah besar bila justru

menyibukkan diri dengan sesuatu yang belum ada dan tak berwujud.

Biarkan hari esok itu datang dengan sendirinya. Jangan pernah

menanyakan kabar beritanya, dan jangan pula pernah menanti serangan

petakanya. Sebab, hari ini Anda sudah sangat sibuk.

Jika Anda heran, maka lebih mengherankan lagi orang-orang yang

berani menebus kesedihan suatu masa yang belum tentu matahari terbit di

dalamnya dengan bersedih pada hari ini. Oleh karena itu, hindarilah anganangan

yang berlebihan.

Ya Allah

Ya Allah!

يَسۡـَٔلُهُ ۥ مَن فِى ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ‌ۚ كُلَّ يَوۡمٍ هُوَ فِى شَأۡنٍ۬ (٢٩)

sekalian makhluk Yang ada di langit dan di bumi sentiasa berhajat dan memohon kepadaNya. tiap-tiap masa ia di Dalam urusan (mencipta dan mentadbirkan makhluk-makhlukNya)!

(QS. Ar-Rahman: 29)

Ketika laut bergemuruh, ombak menggunung, dan angin bertiup

kencang menerjang, semua penumpang kapal akan panik dan menyeru: "Ya

Allah!"

Ketika seseorang tersesat di tengah gurun pasir, kendaraan menyimpang

jauh dari jalurnya, dan para kafilah bingung menentukan arah perjalanannya,

mereka akan menyeru: "Ya Allah!"

Ketika musibah menimpa, bencana melanda, dan tragedi terjadi,

mereka yang tertimpa akan selalu berseru: "Ya Allah!"

Ketika pintu-pintu permintaan telah tertutup, dan tabir-tabir

permohonan digeraikan, orang-orang mendesah: "Ya Allah!"

Ketika semua cara tak mampu menyelesaikan, setiap jalan terasa

menyempit, harapan terputus, dan semua jalan pintas membuntu, mereka

pun menyeru: "Ya Allah!"

Ketika bumi terasa menyempit disebabkan himpitan persoalan hidup,

dan jiwa terasa tertekan oleh beban berat kehidupan yang harus Anda pikul,

menyerulah:"Ya Allah!"

Kuingat Engkau saat alam begitu gelap

gulita, dan wajah zaman berlumuran debu hitam

Kusebut nama-Mu dengan lantang di saat fajar menjelang,

dan fajar pun merekah seraya menebar senyuman indah

Setiap ucapan baik, doa yang tulus, rintihan yang jujur, air mata yang

menitis penuh keikhlasan, dan semua keluhan yang menggundahgulanakan

hati adalah hanya pantas ditujukan ke hadirat-Nya.

Setiap dini hari menjelang, tadahkan kedua telapak tangan,

julurkan lengan penuh harap, dan arahkan terus tatapan matamu ke arah-

Nya untuk memohon pertolongan! Ketika lidah bergerak, tak lain hanya

untuk menyebut, mengingat dan berzikir dengan nama-Nya. Dengan begitu,

hati akan tenang, jiwa akan damai, syaraf tak lagi menegang, dan iman

kembali berkobar-kobar. Demikianlah, dengan selalu menyebut nama-Nya,

keyakinan akan semakin kukuh. Kerana,

وَفَعَلۡتَ فَعۡلَتَكَ ٱلَّتِى فَعَلۡتَ وَأَنتَ مِنَ ٱلۡكَـٰفِرِينَ

"Dan (bukankah) Engkau telah melakukan satu perbuatan (jenayah) Yang telah Engkau lakukan dan (dengan itu) Engkau dari orang-orang Yang tidak mengenang budi?"

(QS. Asy-Syura: 19)

Allah: nama yang paling bagus, susunan huruf yang paling indah,

ungkapan yang paling tulus, dan kata yang sangat berharga.



رَّبُّ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَہُمَا فَٱعۡبُدۡهُ وَٱصۡطَبِرۡ لِعِبَـٰدَتِهِۦ‌ۚ هَلۡ تَعۡلَمُ لَهُ ۥ سَمِيًّ۬ا (٦٥)

"Tuhan Yang mencipta dan mentadbirkan langit dan bumi serta Segala Yang ada di antara keduanya; oleh itu, Sembahlah Engkau akan Dia dan Bersabarlah Dengan tekun tetap Dalam beribadat kepadanya; Adakah Engkau mengetahui sesiapapun Yang senama dan sebanding denganNya?"

(QS. Maryam: 65)

Allah: milik-Nya semua kekayaan, keabadian, kekuatan, pertolongan,

kemuliaan, kemampuan, dan hikmah.



يَوۡمَ هُم بَـٰرِزُونَۖ لَا يَخۡفَىٰ عَلَى ٱللَّهِ مِنۡہُمۡ شَىۡءٌ۬ۚ لِّمَنِ ٱلۡمُلۡكُ ٱلۡيَوۡمَۖ لِلَّهِ ٱلۡوَٲحِدِ ٱلۡقَهَّارِ (١٦)

Iaitu hari mereka keluar (dari kubur masing-masing) Dengan jelas nyata; tidak akan tersembunyi kepada Allah sesuatupun dari hal keadaan mereka. (pada saat itu Allah berfirman): "Siapakah Yang Menguasai kerajaan pada hari ini? (Allah sendiri menjawab): "Dikuasai oleh Allah Yang Maha Esa, lagi Yang mengatasi kekuasaannya segala-galanya!

(QS. Ghafir: 16)

Allah: dari-Nya semua kasih sayang, perhatian, pertolongan, bantuan,

cinta dan kebaikan.



وَمَا بِكُم مِّن نِّعۡمَةٍ۬ فَمِنَ ٱللَّهِ‌ۖ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ ٱلضُّرُّ فَإِلَيۡهِ تَجۡـَٔرُونَ (٥٣)

dan apa-apa nikmat Yang ada pada kamu maka adalah ia dari Allah; Kemudian, apabila kamu ditimpa kesusahan maka kepadaNyalah kamu meraung meminta pertolongan.

(QS. An-Nahl: 53)

Allah: pemilik segala keagungan, kemuliaan, kekuatan dan

keperkasaan.

Betapapun kulukiskan keagungan-Mu dengan deretan huruf,

Kekudusan-Mu tetap meliputi semua arwah

Engkau tetap Yang Maha Agung, sedang semua makna,

akan lebur, mencair, di tengah keagungan-Mu, wahai Rabku

Ya Allah, gantikanlah kepedihan ini dengan kesenangan, jadikan

kesedihan itu awal kebahagian, dan sirnakan rasa takut ini menjadi rasa

tentram. Ya Allah, dinginkan panasnya kalbu dengan salju keyakinan, dan

padamkan bara jiwa dengan air keimanan.

Wahai Rabb, anugerahkan pada mata yang tak dapat terpejam ini rasa

kantuk dari-Mu yang menentramkan. Tuangkan dalam jiwa yang bergolak

ini kedamaian. Dan, ganjarlah dengan kemenangan yang nyata. Wahai Rabb,

tunjukkanlah pandangan yang kebingungan ini kepada cahaya-Mu.

Bimbinglah sesatnya perjalanan ini ke arah jalan-Mu yang lurus. Dan

tuntunlah orang-orang yang menyimpang dari jalan-Mu merapat ke hidayah-

Mu.

Ya Allah, sirnakan keraguan terhadap fajar yang pasti datang dan

memancar terang, dan hancurkan perasaan yang jahat dengan secercah

sinar kebenaran. Hempaskan semua tipu daya setan dengan bantuan bala

tentara-Mu.

Ya Allah, sirnakan dari kami rasa sedih dan duka, dan usirlah

kegundahan dari jiwa kami semua.

Kami berlindung kepada-Mu dari setiap rasa takut yang mendera.

Hanya kepada-Mu kami bersandar dan bertawakal. Hanya kepada-Mu kami

memohon, dan hanya dari-Mu lah semua pertolongan. Cukuplah Engkau

sebagai Pelindung kami, karena Engkaulah sebaik-baik Pelindung dan

Penolong.